KUDUS, suaindonesia.com – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 bertajuk Dekalogia. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (17–18/12/2025), dan diorganisasi oleh mahasiswa semester 1 PBSI UMK.
Mengusung tema “Bahasa dalam Cipta, Sastra dalam Jiwa”, perayaan satu dekade PBSI UMK tersebut dimeriahkan dengan berbagai agenda menarik. Rangkaian kegiatan meliputi sharing pengalaman mahasiswa di luar negeri, bedah film, orasi, potong tumpeng, apresiasi sastra, hingga sejumlah perlombaan yang melibatkan mahasiswa.
Hari pertama acara dibuka dengan sambutan-sambutan. Ketua panitia, Rizky Ardhianta Saputra, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Program Studi PBSI UMK ke depan semakin unggul, maju, dan berprestasi.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi PBSI UMK, Dr Muhammad Noor Ahsin MPd, Ia mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian PBSI UMK yang genap berusia 10 tahun pada 30 Desember 2025.
“Harapannya, PBSI ke depan semakin maju, jaya, berprestasi, serta mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Memasuki sesi pertama, acara diisi dengan kegiatan sharing bersama Ella Nailul Fitria. Ia membagikan pengalaman mengikuti berbagai lomba di sejumlah kota, seperti Solo dan Bali, hingga ke tingkat internasional di Malaysia. Melalui ceritanya, Ella memberikan motivasi kepada mahasiswa agar berani mencoba dan memperkaya pengalaman selama masa kuliah.
“Kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan pernah tahu. Seperti cabai yang rasanya pedas dan garam yang rasanya asin. Kuncinya di dunia ini adalah nekat dan berani mencoba,” pesannya.
Sesi sharing kedua menghadirkan Prih Nur Fia Istiqomah, yang membagikan pengalamannya mengikuti Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Thailand. Ia menuturkan bahwa bahasa bukanlah penghalang utama untuk beraktivitas di luar negeri, meskipun tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi, selain perbedaan budaya.
“Ketika pertama kali sampai di Thailand, saya sempat kebingungan karena tidak memahami bahasanya. Ternyata mayoritas masyarakat di sana menggunakan bahasa Thai,” ungkapnya.
Meski demikian, Isti mengaku memperoleh banyak manfaat selama berada di Negeri Gajah Putih tersebut, mulai dari keramahan masyarakat, budaya saling menghormati, pengalaman yang menyenangkan, biaya hidup yang relatif terjangkau, hingga kesempatan mencicipi beragam makanan unik.
Peringatan HUT ke-10 PBSI UMK melalui Dekalogia ini diharapkan mampu menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan semangat mahasiswa dalam berkarya di bidang bahasa dan sastra. (Ilma Mufaida, Satia Aisah Nur, dan Kayla Maylian Fadia Ihsan).












