Dari IPK 3,96 hingga Medali Emas, Kisah Puput Wisudawan PBSI UMK dengan Segudang Prestasi

Tia Amanda Silfiana
Puput Dwi Lestari , wisudawan berprestasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muria Kudus (UMK), berfoto usai mengikuti wisuda di Auditorium UMK, Rabu (21/10/2026).

KUDUS, suaindonesia.com – Meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,96 bukan satu-satunya pencapaian Puput Dwi Lestari selama menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muria Kudus (UMK).

Mahasiswi penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) ini juga aktif mengembangkan inovasi, meraih medali emas dalam kompetisi internasional, memimpin tim pengabdian kepada masyarakat, serta mengasah kemampuan di bidang jurnalistik.

Prestasi tersebut mengantarkan Puput menjadi salah satu wisudawan berprestasi PBSI UMK dalam Wisuda ke-77 Universitas Muria Kudus periode Oktober 2026. Perjalanannya menunjukkan bahwa pencapaian akademik dapat berjalan beriringan dengan kreativitas, pengalaman organisasi, dan kontribusi kepada masyarakat.

Namun, perjalanan itu tidak selalu dimulai dengan keyakinan. Lulusan SMK Negeri 2 Jepara jurusan Animasi tersebut sempat merasa asing ketika harus mempelajari bahasa dan sastra. Perbedaan bidang yang dipelajari membuatnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan materi dan praktik perkuliahan di PBSI UMK.

Pada awal perkuliahan, Puput bahkan sempat merasa salah jurusan. Seiring waktu, keraguan itu berubah menjadi kesempatan untuk mengenal bidang baru, mencoba pengalaman yang berbeda, dan mengembangkan potensi diri.

“Untuk menghadapinya, asal mau belajar, niscaya semuanya akan jadi lebih mudah,” ungkap perempuan kelahiran Jepara, 30 Juli 2004, tersebut saat menceritakan pengalamannya selama kuliah.

Prinsip itu tercermin dalam berbagai kegiatan yang dijalaninya. Puput tidak hanya berfokus pada perkuliahan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk menghasilkan karya, bekerja bersama tim, dan menerapkan pengetahuan dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Inovasi  dan Prestasi Internasional

Salah satu pencapaian Puput adalah keterlibatannya dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) melalui karya berjudul RESPASION atau Reminisin Terapi Berbasis Self Compassion untuk Lansia di Wisma Lansia Aisyiyah Kudus.

Gagasan tersebut berangkat dari persoalan kesepian yang dirasakan sebagian lansia ketika tinggal di wisma, jauh dari keluarga. Puput bersama tim kemudian mengembangkan aplikasi berbentuk jurnal daring yang memuat biodata lansia, rekap kegiatan, serta foto dan video keluarga.

Pengisian informasi dalam aplikasi dibantu oleh terapis di wisma. Dengan cara tersebut, keluarga diharapkan dapat memantau aktivitas lansia dan mengetahui kegiatan yang mereka jalani meskipun tidak selalu mendampingi secara langsung.

Dalam program ini, Puput dipercaya sebagai ketua tim. Ia mengoordinasikan anggota sejak proses pengembangan dan penerapan karya hingga tahap pendanaan program. Tanggung jawab tersebut menjadi pengalaman penting dalam mengelola kerja sama, menyatukan gagasan, dan menjalankan program secara kolaboratif.

Bagi Puput, pengembangan RESPASION bukan sekadar proses menghasilkan aplikasi. Karya tersebut juga menjadi upaya untuk menghadirkan teknologi yang dapat membantu menjaga keterhubungan antara lansia dan keluarga.

Prestasi lainnya hadir melalui pengembangan media pembelajaran wayang rotan berbasis auditori bagi penyandang tunanetra. Bersama tim, Puput mengikuti Lomba internasional yaitu World Invention and Technology Expo (WINTEX) di Jakarta melalui karya tersebut dan meraih Gold Medal atau medali emas.

Karya ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan alternatif media pembelajaran yang mempertimbangkan kebutuhan penyandang tunanetra. Pengalaman mengikuti kompetisi tersebut juga memperluas kesempatan Puput untuk mengembangkan gagasan, menyusun karya, dan bekerja sama dengan rekan satu tim.

Proses pengembangan inovasi, menurut pengalaman yang diceritakannya, membutuhkan tahapan panjang. Mulai dari pencetusan ide, pembuatan produk, penyusunan karya ilmiah, hingga penerapan di lapangan. Dalam proses itu, kontribusi anggota tim dan bimbingan dosen menjadi bagian penting yang mendukung pengembangan karya.

Membangun Literasi, Belajar Memimpin

Kiprah Puput dalam kegiatan kemahasiswaan juga terlihat melalui keterlibatannya dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Bersama tim, ia menjalankan program pembuatan pojok literasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat Desa Setrokalangan. Program tersebut disebut memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dalam pelaksanaannya, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan penyusunan kegiatan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat. Tim perlu memahami cara pandang warga, bertukar pikiran, dan merumuskan gagasan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Pengalaman tersebut mengajarkan Puput bahwa program pengabdian tidak cukup hanya berangkat dari ide yang menarik. Pelaksanaannya membutuhkan komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan memahami masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan.

Pengalaman memimpin tim dalam program RESPASION serta bekerja sama dalam kegiatan literasi turut mengasah keterampilan koordinasi dan pengambilan keputusan. Sementara itu, kegiatan organisasi membantunya menjadi lebih disiplin dalam mengatur waktu, memahami pemikiran rekan-rekan, dan berani menyampaikan pendapat di forum.

Berbagai aktivitas tersebut menjadi ruang belajar di luar perkuliahan. Puput berkesempatan mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim sekaligus memahami bahwa gagasan akan lebih bermakna ketika dapat diterapkan dan memberikan manfaat.

Mengasah Kemampuan

Pengalaman Puput tidak berhenti pada kompetisi dan pengabdian masyarakat. Ia juga menjalani magang kepenyiaran di Radio Kartini Jepara dan magang jurnalistik di Murianews.com untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan menulis.

Melalui kegiatan tersebut, Puput belajar mencari informasi aktual, unik, dan faktual, melakukan wawancara, serta memilah informasi yang layak disampaikan kepada publik. Arahan para praktisi jurnalistik turut membantunya mengembangkan keterampilan menulis dan berbicara di depan umum.

Pengalaman ini memperluas pemahamannya mengenai tanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Baginya, jurnalistik bukan hanya tentang menghasilkan tulisan, tetapi juga memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap faktual dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah kegiatan akademik, Puput juga aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa PBSI UMK dan Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Seluruh Indonesia (IMABSI). Keterlibatan tersebut memberinya kesempatan untuk memperluas pengalaman, bertukar gagasan, dan membangun jejaring dengan mahasiswa lain.

Ia menilai dukungan lingkungan akademik, dosen, orang tua, dan teman-teman PBSI menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan dirinya. Beragam kesempatan yang diperoleh selama kuliah mendorongnya untuk terus belajar dan mencoba bidang-bidang baru.

Apresiasi atas Prestasi

Ketua Program Studi PBSI UMK, Dr. Muhammad Noor Ahsin, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pencapaian Puput yang tidak hanya menonjol dalam bidang akademik, tetapi juga aktif mengembangkan karya dan terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Selamat kepada Puput Dwi Lestari atas pencapaian IPK 3,96 dan berbagai pengalaman serta prestasi yang telah diraih selama menempuh pendidikan di PBSI UMK. Kami berharap capaian ini menjadi bekal untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Semoga Puput dapat melanjutkan pendidikan serta meraih cita-cita yang diharapkan,” ujar Ahsin.

Menurutnya, pengalaman mahasiswa dalam bidang akademik, organisasi, kompetisi, dan pengabdian merupakan bagian penting dari proses pembentukan kompetensi. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi lulusan untuk menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Bagi Puput, berbagai pengalaman selama kuliah menjadi modal untuk menatap masa depan. Ia berencana melanjutkan studi ke jenjang magister (S-2) dan menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ia juga ingin terus mengembangkan diri melalui pengalaman akademik, organisasi, magang, dan seni teater.

Perjalanannya dari bidang animasi menuju bahasa dan sastra menjadi pengalaman yang mengajarkannya untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi sesuatu yang baru. Dari ruang kuliah, kompetisi, kegiatan literasi, hingga dunia jurnalistik, Puput memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas cara pandangnya.

Dengan IPK 3,96 dan beragam pengalaman berkarya, Puput menuntaskan salah satu tahap penting dalam perjalanan pendidikannya. Baginya, kelulusan bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk melanjutkan langkah, mengembangkan potensi, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui ilmu yang telah diperoleh.

Tia Amanda Silfiana
Author: Tia Amanda Silfiana

Hai, saya adalah seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Muria Kudus, yang ingin selalu belajar untuk menjadi lebih baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *