Teater Tigakoma Gelar Ziarah ke Makam Sunan Kudus demi Kelancaran Studi Pentas.

Kudus, 7 Mei 2026 — Dalam rangka mempersiapkan latihan dan studi pentas, Teater Tigakoma melaksanakan kegiatan ziarah ke makam Sunan Kudus pada Kamis malam, 7 Mei 2026, pukul 18.30 WIB. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh anggota dengan penuh semangat dan kekhidmatan sebagai bentuk ikhtiar serta doa bersama agar seluruh rangkaian latihan hingga pementasan nantinya dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Perjalanan menuju kawasan makam Sunan Kudus berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Sesampainya di lokasi, rombongan Teater Tigakoma langsung memasuki area makam untuk melakukan doa bersama. Cahaya lampu di sekitar kawasan Menara Kudus yang berpadu dengan suasana malam menambah nuansa tenang dan religius selama kegiatan berlangsung.
Para anggota mengikuti ziarah dengan tertib dan khusyuk. Mereka memanjatkan doa agar diberi kesehatan, kekompakan, kemudahan dalam proses latihan, serta kesuksesan dalam pelaksanaan studi pentas yang sedang dipersiapkan. Kegiatan ini juga menjadi momen refleksi bagi seluruh anggota untuk memperkuat mental dan kebersamaan sebelum menghadapi berbagai proses latihan yang cukup panjang.
Di sela-sela kegiatan ziarah, rombongan mendapat kesempatan berbincang dengan juru kunci makam Sunan Kudus. Dalam penjelasannya, juru kunci menceritakan sejarah singkat mengenai Sunan Kudus yang memiliki nama asli Ja’far Shadiq. Beliau merupakan salah satu anggota Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa, khususnya di wilayah Kudus dan sekitarnya.
Juru kunci menjelaskan bahwa Sunan Kudus diperkirakan lahir sekitar tahun 1500 Masehi. Beliau dikenal sebagai sosok ulama yang cerdas, bijaksana, serta memiliki cara berdakwah yang lembut dan penuh toleransi. Salah satu bentuk toleransi yang diajarkan Sunan Kudus adalah menghormati budaya masyarakat sekitar pada masa itu. Karena itulah, beliau sangat dihormati dan dikenang hingga sekarang.
“Dulu Sunan Kudus berdakwah dengan cara yang damai dan menghormati masyarakat setempat. Itu yang membuat ajarannya mudah diterima,” tutur juru kunci kepada rombongan Teater Tigakoma.
Selain dikenal sebagai penyebar agama Islam, Sunan Kudus juga memiliki peninggalan bersejarah berupa Menara Kudus yang sampai saat ini masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu ikon religi di Kabupaten Kudus. Penjelasan dari juru kunci tersebut membuat anggota Teater Tigakoma semakin tertarik untuk mengetahui sejarah perjuangan para wali dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Setelah rangkaian doa dan mendengarkan cerita sejarah selesai, suasana berubah menjadi lebih santai dan penuh keakraban. Seluruh anggota Teater Tigakoma kemudian mengabadikan momen kebersamaan dengan berfoto bersama di sekitar area makam dan Menara Kudus. Tawa dan canda terlihat menghiasi suasana malam itu, menunjukkan eratnya hubungan antaranggota.
Tidak berhenti di situ, beberapa anggota juga menyempatkan diri membeli berbagai jajanan khas yang dijual di sekitar kawasan makam. Aneka makanan ringan, minuman hangat, hingga jajanan tradisional menjadi pilihan untuk menemani suasana malam setelah kegiatan ziarah selesai. Aktivitas sederhana tersebut justru semakin menambah keseruan dan kekompakan seluruh anggota.
Kegiatan ziarah ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda spiritual semata, tetapi juga mampu memberikan motivasi dan semangat baru bagi seluruh anggota Teater Tigakoma dalam menjalani proses latihan dan studi pentas ke depan. Dengan doa, usaha, dan kekompakan yang terus dijaga, Teater Tigakoma optimis dapat memberikan penampilan terbaik dalam pementasan nantinya.












