KUDUS, suaindonesia.com – Harga plastik kemasan di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, mengalami kenaikan cukup signifikan sejak April 2026. Kenaikan harga tersebut dirasakan warga di RT 01 RW 04 dan berdampak pada aktivitas jual beli di warung-warung setempat.
Sejumlah pemilik warung kini mulai mengenakan biaya tambahan kepada pembeli yang meminta kantong plastik. Hal itu dilakukan untuk menutupi meningkatnya biaya operasional akibat mahalnya harga plastik kemasan.
Salah satu pemilik warung, Umayah (45), mengatakan harga plastik dari pemasok naik hingga dua kali lipat dibandingkan harga sebelumnya.
“Dulu beli sekitar Rp20 ribu, sekarang bisa sampai Rp40 ribu. Jadi kalau ada pembeli yang minta plastik, saya minta tambahan sedikit,” ujarnya saat ditemui di warungnya, Kamis (7/5/2026).
Menurut Umayah, kenaikan harga plastik cukup memengaruhi kegiatan jual beli sehari-hari. Ia kini harus lebih hemat dalam menggunakan plastik agar persediaan tidak cepat habis. Selain itu, ia juga mulai menyarankan pembeli untuk membawa kantong belanja sendiri.
Ia menambahkan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak April 2026 dan hingga kini harga plastik belum kembali normal. Menurutnya, kenaikan harga cukup membebani para pedagang kecil, terutama untuk memenuhi kebutuhan operasional warung.
Hal serupa juga dirasakan para pembeli. Nur Faizah (32), warga setempat, mengaku memahami keputusan pedagang yang mengenakan biaya tambahan untuk kantong plastik.
“Ya mau bagaimana lagi, memang harganya sedang mahal. Semoga saja tidak berlangsung lama supaya pengeluaran tidak semakin bertambah,” katanya.
Warga menduga kenaikan harga plastik dipengaruhi oleh naiknya harga dari distributor serta keterbatasan stok di pasaran. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kapan harga plastik akan kembali stabil.












