Juwana, Pati – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga cabai di Pasar Juwana, Kabupaten Pati, mulai mengalami kenaikan pada Sabtu, 5 Mei 2026. Kenaikan harga tersebut membuat para pedagang dan pembeli mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan dapur dibandingkan hari-hari biasa.
Salah satu pedagang cabai di Pasar Juwana, Winarsih (47), mengatakan bahwa kenaikan harga cabai mulai terasa sejak awal minggu ini. Menurutnya, cabai rawit merah menjadi jenis cabai yang mengalami kenaikan paling tinggi karena permintaan masyarakat meningkat menjelang hari raya.
“Harga cabai sekarang naik cukup tinggi. Cabai rawit yang biasanya sekitar Rp40.000 per kilogram sekarang bisa mencapai Rp70.000,” ujar Winarsih saat ditemui di lapaknya.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi karena pasokan cabai dari petani mulai berkurang, sementara permintaan masyarakat terus meningkat. Selain itu, cuaca yang tidak menentu juga memengaruhi hasil panen sehingga stok cabai di pasar menjadi lebih sedikit.
Menurut Winarsih, kondisi tersebut membuat sebagian pembeli mulai mengurangi jumlah pembelian mereka. Banyak pelanggan yang biasanya membeli cabai dalam jumlah cukup banyak kini memilih membeli seperlunya saja karena harga dianggap terlalu mahal.
Ia juga menambahkan bahwa reaksi pembeli cukup beragam. Ada yang tetap membeli seperti biasa, namun tidak sedikit yang akhirnya mengurungkan niat karena harga yang dirasa semakin mahal. Dan ada cukup banyak yang mengeluh akan kenaikan harga perminumannya, sehingga Elfia harus memutar otak untuk mengatasi keadaan tersebut.
“Biasanya pembeli beli setengah kilo sampai satu kilo, sekarang kebanyakan Cuma beli sedikit karena harganya mahal,” jelasnya.
Winarsih juga mengaku kenaikan harga tidak selalu membuat keuntungan pedagang bertambah. Ia mengatakan bahwa jumlah pembeli justru menurun dibandingkan hari biasa karena masyarakat lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran menjelang Idul Adha.
Di sisi lain, seorang pembeli bernama Winarni (39) mengaku cukup terkejut dengan kenaikan harga cabai di pasar. Menurutnya, cabai merupakan kebutuhan penting untuk memasak sehari-hari sehingga kenaikan harga sangat terasa bagi ibu rumah tangga.
“Harga cabai sekarang mahal sekali. Kalau belanja jadi lebih banyak pengeluarannya karena kebutuhan dapur lain juga ikut naik,” kata Winarni.
Ia mengatakan bahwa dirinya kini membeli cabai dalam jumlah lebih sedikit agar pengeluaran rumah tangga tetap bisa dikendalikan. Meski begitu, ia tetap berharap harga cabai bisa segera kembali normal setelah Hari Raya Idul Adha.
“Sekarang beli seperlunya saja yang penting cukup untuk masak,” tambahnya.
Kenaikan harga cabai menjelang hari besar keagamaan memang sering terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, kondisi tersebut tetap menjadi tantangan bagi pedagang maupun pembeli di Pasar Juwana yang harus menyesuaikan pengeluaran di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.
Kondisi kenaikan harga cabai ini juga membuat aktivitas jual beli di Pasar Juwana sedikit berbeda dibanding hari biasa. Beberapa pembeli terlihat lebih lama memilih cabai dan menanyakan harga sebelum memutuskan untuk membeli. Tidak sedikit pula pembeli yang akhirnya mengurangi daftar belanja mereka karena harus menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.
Selain cabai, beberapa bahan dapur lain seperti bawang merah dan tomat juga mulai mengalami kenaikan harga menjelang Iduladha. Para pedagang memperkirakan harga kebutuhan pokok masih dapat berubah dalam beberapa hari ke depan karena tingginya permintaan masyarakat saat mendekati hari raya.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menjaga kestabilan harga bahan pokok agar tidak terus mengalami kenaikan. Dengan harga yang lebih stabil, pedagang dapat kembali berjualan dengan normal dan pembeli juga tidak merasa terlalu terbebani saat memenuhi kebutuhan sehari-hari.












