Budaya  

Berawal dari Tantangan Bupati, Teater Guru Kudus Kembali Pentas dengan Lakon Gadis Pingitan

Nanda Fauziah
Proses latihan menuju pementasan teater Gadis Pingitan (Foto: Nanda Dwi Fauziah)

KUDUS, suaindonesia.com – Kelompok Teater Guru Kabupaten Kudus terus mematangkan persiapan menjelang pementasan drama bertajuk Gadis Pingitan yang akan digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (9/5/2026) mendatang. Latihan intensif dilakukan di SMP 1 Kudus guna memastikan seluruh pemain siap tampil maksimal.

Koordinator MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Kudus, Ahmad Sofya Edi, mengatakan pementasan tersebut merupakan penampilan kedua Teater Guru setelah sukses membawakan naskah Dilema di Ufuk Senja. Menurutnya, ide pementasan lahir dari tantangan yang diberikan Bupati Kudus agar para guru tidak hanya menjadi pembimbing siswa, tetapi juga mampu tampil berkarya di atas panggung.

Gadis Pingitan ini merupakan pementasan kedua kami. Awalnya muncul dari keinginan agar guru ikut tampil di panggung. Setelah pementasan pertama dihadiri Bapak Bupati dan beliau memberikan tantangan, akhirnya lahirlah pementasan ini,” ujar Edi saat ditemui di sela latihan.

Pementasan ini melibatkan kolaborasi guru lintas mata pelajaran dan sekolah di Kabupaten Kudus. Sejumlah guru yang terlibat di antaranya Yuni dari SMP Kaliwungu sebagai pemeran utama, Siti Nurazizah dari SMP 1 Jati, Ari Budiman dan Sugiyaka dari SMP 1 Kudus, Fahmi dari SMP 1 Jati, serta Maria dari SMP 4 Bae.

Sutradara pementasan, Dono, turut memantau langsung perkembangan latihan guna memastikan kesiapan fisik dan mental para pemain. Meski disibukkan dengan aktivitas mengajar dan tanggung jawab keluarga, para pemain tetap menunjukkan semangat tinggi selama proses persiapan.

“Persiapannya sudah cukup lama. Saya sangat mengapresiasi teman-teman karena mereka menjadi panitia sekaligus pemain. Semua kebutuhan, mulai dari properti hingga konsumsi, dipersiapkan secara mandiri. Kendala waktu memang ada karena jadwal masing-masing, tetapi semuanya bisa diatasi berkat kekompakan tim,” ungkap manajemen produksi.

Drama Gadis Pingitan akan menghadirkan nuansa budaya masa lalu dengan mengangkat tradisi pencarian jodoh melalui tokoh mata-mata, tradisi yang kini mulai jarang dikenal generasi muda. Melalui pementasan ini, Teater Guru berharap dapat menghibur masyarakat sekaligus mengenalkan kembali nilai budaya lokal kepada penonton.

Masyarakat dan pecinta seni diundang untuk hadir menyaksikan pertunjukan tersebut di Auditorium UMK. “Kami mengimbau masyarakat untuk hadir dan memberikan apresiasi terhadap karya seni para pendidik ini,” pungkas Edi.

Nanda Fauziah
Author: Nanda Fauziah

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *