KUDUS, suaindonesia.com – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muria Kudus (UMK) sukses menggelar kuliah tamu bertema “Seni Berbicara Tanpa Trauma” pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Lantai 4 Gedung Rektorat UMK ini menghadirkan public speaker Lisa Karlina, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber utama, dengan Dr. Sri Surachmi W., M.Pd. sebagai moderator.
Kuliah tamu dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi PBSI UMK, Dr. Muhammad Noor Ahsin, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kemampuan berbicara di depan publik bagi mahasiswa sebagai bekal di dunia akademik maupun profesional.
“Berbicara itu butuh berpikir. Kita tidak bisa tampil baik di depan orang lain kalau pikiran kita belum tertata,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengantar sebelum sesi pemaparan materi dimulai. Memasuki sesi inti, Lisa Karlina langsung mencairkan suasana dengan mengajak seluruh peserta berdiri dan mengikuti ice breaking bersama. Dengan penuh semangat, ia mengajak mahasiswa mengucapkan afirmasi sederhana, “Saya senang hari ini!” secara serentak.
Tak hanya itu, beberapa peserta juga diminta maju ke depan untuk mengulang kalimat tersebut dengan lantang dan penuh percaya diri. Cara ini dinilai efektif untuk membangun keberanian peserta sebelum memasuki materi teknis public speaking.
Dalam pemaparannya, Lisa Karlina menekankan pentingnya etika penggunaan mikrofon. Ia mengingatkan bahwa mengetuk atau meniup mikrofon merupakan kebiasaan yang sebaiknya dihindari. “Lebih baik tes satu, dua. Itu lebih tepat,” tegasnya.
Selain itu, peserta juga diajarkan teknik artikulasi yang jelas, pengaturan intonasi agar tidak monoton, hingga penggunaan suara perut agar suara terdengar lebih kuat dan bertenaga tanpa merusak pita suara.
Berbeda dengan kuliah pada umumnya yang lebih banyak menyajikan teori, kegiatan ini didominasi praktik langsung. Peserta dilatih berjalan menuju podium dengan tenang dan meyakinkan, memberikan sambutan secara profesional, hingga mempraktikkan posisi duduk dan postur tubuh yang tepat saat berbicara di depan umum.
Lisa Karlina juga menjelaskan postur berdiri ideal bagi seorang pembicara, yakni berdiri tegak dengan posisi tubuh terbuka, kedua tangan diletakkan di depan perut, serta pandangan diarahkan kepada audiens.
Tak hanya membahas teknik berbicara, ia juga menekankan pentingnya persiapan sebelum tampil.
“Kalau kita kurang persiapan, tampilan kita akan kacau. Tapi kalau kita sudah berlatih membaca materi, insyaallah kita akan berhasil,” tuturnya.
Ia turut membagikan tips sederhana terkait menjaga kualitas suara sebelum tampil, seperti tidak minum terlalu banyak menjelang acara, namun tetap menjaga tenggorokan agar lembap supaya suara tetap jernih.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Mahasiswa tampak aktif mengikuti setiap sesi dari awal hingga akhir.
Sebagai penutup, Lisa Karlina menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta.
“Seni berbicara itu bukan menjadi pembicara yang sempurna, namun menjadi pembicara yang lebih baik dari kemarin,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PBSI UMK berharap mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan komunikasi publik mereka sebagai bekal dalam dunia akademik, profesi kependidikan, maupun kehidupan bermasyarakat.












