PATI, suaindonesia.com- Warga Dukuh Blado RT 06, Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, menggelar Kirab Gunungan dalam rangka Sedekah Bumi 2026 pada Minggu (19/4/2026) pukul 13.00–16.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah sekaligus doa agar desa terhindar dari berbagai musibah.
Kirab berlangsung meriah dengan menampilkan parade gunungan hasil bumi, karnaval sound system oleh pemuda, serta pertunjukan kesenian tradisional ketoprak. Kegiatan ini diikuti seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, serta dihadiri tokoh masyarakat setempat seperti kepala desa, kepala dusun, ketua RW, dan para sesepuh.
Ketua RT 06, Wahyudi, mengatakan kirab budaya tersebut merupakan agenda tahunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan mempererat solidaritas warga.
“Kirab budaya ini agenda tahunan RT untuk meningkatkan kesejahteraan, solidaritas antarwarga dan antar-RT,” ujarnya.
Kirab dimulai dari depan rumah almarhum Mbah Broto (rumah Mbak Nuning), kemudian melintasi pertigaan dukuh sebagai titik kumpul, dan berakhir di lapangan desa baru dekat makam Dukuh Blado.
Panitia Seksi Dekorasi dan Dokumentasi, Tyas Nur, menjelaskan kegiatan ini merupakan inisiatif pemuda bersama panitia Sedekah Bumi yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir sebagai upaya melestarikan budaya lokal. “Ini andil masyarakat Blado pelihara tradisi,” katanya.
Ia menambahkan, dokumentasi kegiatan diunggah ke media sosial untuk memperkenalkan Dukuh Blado ke masyarakat luas dan diharapkan mampu menarik pengunjung sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi warga.
Persiapan kegiatan dilakukan sejak jauh hari, mulai dari penggalangan dana hingga koordinasi melalui grup WhatsApp. Rangkaian persiapan juga dilakukan melalui beberapa kali rapat sejak pertengahan Ramadan hingga menjelang hari pelaksanaan.
Kegiatan berlangsung aman dan lancar. Warga berharap kirab gunungan ini dapat terus dilestarikan sebagai tradisi tahunan yang mampu memperkuat kebersamaan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat. Wahyudi menegaskan kirab budaya ini merupakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang bertujuan untuk kesejahteraan warga.












