Budaya  

Tradisi Sedekah Bumi Desa Sidigede Berlangsung Meriah, Warga Lestarikan Warisan Leluhur

Safina Salsabila
Pagelaran wayang kulit di desa sidi gede pada tanggal 2 mei 2026 (foto: Safina Kaila)

JEPARA, suaindonesia.com – Warga Desa Sidigede, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, menggelar tradisi sedekah bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT pada Jumat (1/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sidigede tersebut diikuti antusias oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tradisi sedekah bumi menjadi agenda rutin masyarakat Desa Sidigede yang diwariskan secara turun-temurun. Acara dimulai sejak malam hari dengan doa bersama, di mana warga membawa berbagai jenis makanan sebagai simbol keberkahan dan ungkapan syukur atas rezeki yang telah diberikan.

Salah satu panitia kegiatan, Abdul Hakim, mengatakan tradisi sedekah bumi tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi bagian penting dari warisan budaya masyarakat setempat.

“Tradisi sedekah bumi ini bukan sekadar tradisi, melainkan peninggalan leluhur yang memiliki nilai budaya tinggi dan terus dilestarikan oleh masyarakat secara turun-temurun,” ungkap Abdul Hakim.

Selain doa bersama, rangkaian acara juga diisi dengan pertunjukan seni wayang kulit, ziarah kubur ke makam leluhur desa, serta pengajian umum yang dihadiri masyarakat sekitar.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu warga, Munawaroh, mengaku senang dapat kembali mengikuti tradisi tahunan tersebut bersama masyarakat desa.

“Saya sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan sedekah bumi. Kegiatan ini menjadi momen yang sangat berharga untuk berkumpul dan menjaga tradisi yang telah diwariskan,” ujarnya.

Tradisi sedekah bumi di Desa Sidigede rutin dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada bulan Dzulqa’dah bertepatan dengan weton Sabtu Wage. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur desa sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

Melalui penyelenggaraan sedekah bumi, masyarakat berharap tradisi lokal tetap terjaga dan mampu memperkuat nilai kebersamaan serta kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *