KUDUS, suaindonesia.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMAPRO PBSI) Universitas Muria Kudus (UMK) mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan sosial bertajuk “Open Donasi Santunan Anak Yatim/Piatu” sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Program tersebut berlangsung mulai 4 Mei hingga 10 Juni 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan 10 Muharram yang akan dilaksanakan di Panti Asuhan Al Hasaniyah pada 25 Juni mendatang.
Kegiatan ini digagas oleh seluruh pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muria Kudus sebagai upaya memperkuat solidaritas sosial dan menghadirkan manfaat nyata bagi anak-anak yatim dan piatu di wilayah Kudus.
Ketua panitia, Khanabi Hafiya atau yang akrab disapa Biya, mengatakan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan secara matang demi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Sejauh ini progres persiapan berjalan baik. Kami sudah melakukan koordinasi intens dengan pihak Panti Asuhan Al Hasaniyah sebagai lokasi kegiatan. Selain itu, kami juga mulai menyebarkan surat permohonan media partner agar semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut berpartisipasi,” ujar Biya.
Di tengah aktivitas perkuliahan, para mahasiswa PBSI tetap aktif melakukan penggalangan dana. Panitia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa, dosen, maupun masyarakat umum yang ingin berbagi rezeki dan membantu anak-anak yatim piatu.
Salah satu panitia pelaksana, Adelia Aura Putri, menyampaikan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar target bantuan dapat tercapai secara maksimal.
“Kami mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama menebar kebaikan di momen yang istimewa ini. Harapannya, setiap donasi yang diberikan tidak hanya menjadi bantuan bagi mereka yang membutuhkan, tetapi juga membawa keberkahan bagi semua pihak,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, HIMAPRO PBSI UMK berharap dapat menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Dengan persiapan yang matang dan semangat kolaborasi, kegiatan santunan ini diharapkan mampu memberikan kebahagiaan sekaligus mempererat nilai kemanusiaan di momentum 10 Muharram.
