Religi, UMK  

Bekali Mahasiswa UMK Berkarakter Islami melalui Mentoring FORMI

Ahmad Malhan Azzahir
Pemateri Grand Opening Mentoring membahas seputar tajwid ketika membaca Al-Qur'an

KUDUS, suaindonesia.com – Forum Mahasiswa Islam (FORMI) Universitas Muria Kudus (UMK) kembali menggelar Grand Opening Mentoring (GOM) di Auditorium UMK, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini diikuti mahasiswa UMK yang mengambil mata kuliah Pendidikan Agama Islam.

Grand Opening Mentoring merupakan agenda pembinaan mahasiswa yang bertujuan membentuk karakter islami serta memperkuat iman dan ubudiyah mahasiswa Muslim di lingkungan UMK.

Ketua FORMI, Nanda Bagus, mengatakan kegiatan mentoring diharapkan dapat menjadi wadah pembekalan spiritual bagi mahasiswa. Ia juga berharap mahasiswa dari agama lain nantinya memiliki kegiatan pembinaan serupa.

“Untuk mata kuliah agama selain Islam sebenarnya juga diharapkan memiliki pembekalan seperti FORMI. Namun karena jumlah mahasiswa yang masih sedikit, mereka belum berani mengadakan kegiatan tersebut. Baru tahun ini dari agama Kristen mulai mengadakan pembekalan semacam mentoring,” jelasnya.

Meski acara berlangsung meriah, pelaksanaan di awal kegiatan sempat mengalami kendala teknis dan penataan peserta yang kurang kondusif. Jumlah peserta yang membludak menyebabkan penempatan tempat duduk antara peserta laki-laki dan perempuan menjadi kurang tertata.

Awalnya, peserta perempuan ditempatkan di sisi kanan auditorium, sedangkan peserta laki-laki di sisi kiri. Namun, karena peserta laki-laki yang hadir lebih sedikit pada awal kedatangan, sejumlah peserta perempuan memilih duduk di bagian kiri belakang. Akibatnya, peserta laki-laki yang datang belakangan harus berdesakan di sudut kiri belakang ruangan.

Selain itu, panitia juga mengalami kendala pada fasilitas pendukung acara. Salah satu panitia seksi perlengkapan, Rifa’i, menyebut jumlah televisi yang diterima tidak sesuai dengan surat peminjaman.

“Dalam surat peminjaman tercantum dua unit TV, tetapi yang datang hanya satu unit dan posisinya tidak menghadap audiens. Akibatnya, peserta di bagian belakang kurang jelas saat melihat materi selain dari layar proyektor,” ungkapnya.

Kendala tersebut membuat rangkaian acara mengalami keterlambatan. Pemateri pertama, Hanik Hidayati S.Pd., M.Pd., sebenarnya telah hadir di lokasi sebelum acara dimulai. Namun, agenda yang dijadwalkan pukul 08.00 WIB baru dapat dimulai sekitar pukul 08.30 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *