Budaya  

Warga Desa Gerit Pati Gelar Ketoprak dalam Tradisi Sedekah Bumi

Naila Khoirin Priandini
Lokasi penempatan panggung ketoprak yang akan di selenggarakan

PATI, suaindonesia.com — Warga RT 2 RW 1 Desa Gerit, Kabupaten Pati, akan menggelar pagelaran ketoprak pada 11 Mei 2026 mendatang sebagai bagian dari rangkaian tradisi sedekah bumi. Pertunjukan tersebut akan berlangsung dari siang hingga malam hari dan terbuka untuk masyarakat umum.

Pagelaran ketoprak ini merupakan agenda rutin tahunan yang disepakati bersama oleh warga setempat. Dana kegiatan diperoleh dari iuran warga sebesar Rp10 ribu setiap hari Jumat untuk setiap kepala keluarga (KK).

Ketua RT 2 RW 1 sekaligus ketua panitia, Zamluri, mengatakan dana yang terkumpul selama satu tahun mencapai sekitar Rp30 juta dari total 60 KK. Dana tersebut digunakan untuk mendatangkan grup ketoprak Margo Budoyo dari Pati yang dipimpin oleh seniman yang dikenal dengan sapaan Mbah Ceplis.

“Semua warga ikut terlibat sebagai panitia. Kegiatan ini menjadi bentuk kebersamaan warga dalam memperingati sedekah bumi,” ujar Zamluri, Rabu (6/5/2026).

Karena tidak memiliki lapangan, panitia memanfaatkan lahan milik warga yang dinilai cukup luas untuk dijadikan lokasi pertunjukan.

Menurut panitia, proses persiapan kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti berkat kekompakan masyarakat dalam mendukung acara tersebut.

Salah satu warga mengatakan pagelaran ketoprak selalu dinantikan masyarakat setiap tahun. Selain menjadi hiburan, kegiatan itu juga dinilai mampu mempererat hubungan antarwarga.

“Acara ini memang tidak wajib, tetapi hampir semua warga menginginkannya karena bisa menjadi hiburan sekaligus mempererat kebersamaan,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, warga berharap tradisi seni ketoprak tetap lestari sekaligus menjadi sarana memperkuat nilai gotong royong di Desa Gerit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *