Sosial  

IPNU–IPPNU Gamong Matangkan Persiapan Makesta ke-15 Jelang Reorganisasi Ranting

Fidya Lailatussyifa

KUDUS, suaindonesia.com – Pimpinan Ranting IPNU–IPPNU Desa Gamong, Kudus, tengah mematangkan persiapan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) ke-15 yang rencananya akan digelar pada 4–6 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu program utama tingkat ranting karena menjadi syarat sebelum pelaksanaan reorganisasi kepengurusan, Kamis (7/4/2026).

Ketua PR IPPNU Gamong, Lucky (20), menjelaskan bahwa Makesta merupakan gerbang awal bagi pelajar yang ingin bergabung secara resmi dalam IPNU–IPPNU.

“Makesta itu menjadi pintu awal bagi pelajar yang belum bergabung untuk masuk ke IPNU–IPPNU,” ujarnya.

Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak akhir April 2026. Sekretaris panitia, Melani (16), mengatakan bahwa persiapan dilakukan lebih awal agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan maksimal.

Panitia telah melewati tiga tahapan pra-pelaksanaan, yakni Audiensi 1, Audiensi 2, dan BME (Basic Member Education).

“Kalau persiapannya kurang matang, kasihan peserta yang sudah antusias mengikuti kegiatan,” katanya.

Seluruh 54 pengurus aktif periode ini turut dilibatkan sebagai panitia, yang terbagi dalam berbagai seksi, mulai dari acara, konsumsi, humas, dokumentasi-dekorasi, perlengkapan, kesekretariatan, hingga keamanan.

Untuk biaya pendaftaran, peserta dikenakan kontribusi sekitar Rp20.000 yang sudah mencakup makan lima kali, sertifikat, dan kartu tanda anggota. Kekurangan anggaran ditutup melalui proposal bantuan ke sejumlah pihak, seperti perusahaan sekitar, pabrik, dewan pembina, serta masyarakat desa.

Selama tiga hari dua malam, peserta akan menerima enam materi wajib dari Pimpinan Cabang IPNU–IPPNU Kudus, meliputi Aswaja, ke-IPNU–IPPNU-an, keorganisasian, keindonesiaan, dan kepemimpinan. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan outbound, senam, serta pembinaan keagamaan.

Acara puncak Makesta berupa prosesi pembaiatan yang menjadi momen sakral bagi peserta sebagai tanda resmi bergabung dalam organisasi.

Lucky berharap peserta yang lulus Makesta dapat terus berkontribusi dan melanjutkan estafet kepengurusan organisasi dengan rasa memiliki yang kuat.

“Bukan organisasi yang membutuhkan kita, tetapi kita yang membutuhkan organisasi ini,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *