SINGARAJA, suaindonesia.com – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muria Kudus (UMK), memperluas jejaring akademik melalui kunjungan ke Jurusan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah (JBSID), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang diikuti delapan dosen dan 76 mahasiswa PBSI UMK ini diisi dengan seminar nasional, benchmarking kurikulum, serta penjajakan kerja sama antarkedua perguruan tinggi.
Nuansa kebersamaan dan apresiasi budaya mewarnai kunjungan akademik PBSI UMK ke Undiksha. Tuan rumah menyambut rombongan UMK melalui Tari Puspanjali yang merepresentasikan keramahan masyarakat Bali. Sebagai balasan, mahasiswa PBSI UMK mempersembahkan Tari Kretek yang mencerminkan identitas budaya Kudus. Pertukaran penampilan seni tersebut menjadi simbol penghargaan terhadap keberagaman budaya sekaligus pengantar bagi dialog akademik.
Ketua Program Studi PBSI FKIP UMK, Dr. Muhammad Noor Ahsin, M.Pd., menyampaikan harapannya agar kunjungan tersebut menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat hubungan kelembagaan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian ialah keterampilan berbicara dan berkomunikasi secara efektif di tengah perubahan pola komunikasi pada era digital.
Sambutan positif disampaikan Ketua JBSID FBS Undiksha, Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. Ia memperkenalkan Singaraja sebagai kota yang memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan sastra Indonesia. Dalam sambutannya, ia menyinggung novel Sukreni Gadis Bali dan perjalanan pendidikan sastrawan Putu Wijaya di kota tersebut. “Di sini novel Sukreni Gadis Bali lahir. Di kota ini Putu Wijaya sekolah. Selamat datang di Singaraja,” tuturnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan PBSI UMK yang kembali menjadikan Undiksha sebagai mitra dalam kegiatan akademik.
Agenda selanjutnya diisi dengan Seminar Nasional bertajuk “Seni Berbicara di Era Algoritma: Mengintegrasikan Literasi Digital dalam Komunikasi Profesional.” Seminar menghadirkan Dr. Agus Darmuki, M.Pd., dari Universitas Muria Kudus dan Dr. Kadek Wirahyuni, S.Pd., M.Pd., dari Universitas Pendidikan Ganesha sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Dr. Mila Roysa, M.Pd., dari UMK.
Forum tersebut membahas pentingnya keterampilan berbicara yang didukung literasi digital dalam membangun komunikasi profesional. Di tengah perkembangan teknologi dan algoritma digital, kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas, kritis, santun, dan meyakinkan menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi dunia pendidikan maupun lingkungan kerja yang semakin dinamis.
Selain seminar, rombongan juga mengikuti kegiatan benchmarking kurikulum yang dipandu oleh Ketua Program Studi PBSI FBS Undiksha, Dr. Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd., M.Pd. Sesi ini menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan dan pengembangan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, serta penguatan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Kedua program studi turut mendiskusikan potensi kerja sama yang dapat dikembangkan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan kemahasiswaan. Pertukaran gagasan ini diharapkan menjadi landasan bagi program kolaboratif yang berkelanjutan sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan jejaring akademik lintas perguruan tinggi.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan mutu pembelajaran dan pengembangan kurikulum, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi.
Melalui kunjungan akademik ini, PBSI UMK menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan, penguatan kompetensi komunikasi, apresiasi budaya, dan kemitraan strategis. Kolaborasi dengan Undiksha diharapkan menjadi salah satu langkah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta mempersiapkan lulusan PBSI yang adaptif, kreatif, dan kompetitif.












