KUDUS, suaindonesia.com – Sebanyak 16 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Universitas Muria Kudus (UMK), resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dalam Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-77 UMK yang diselenggarakan pada Rabu-Kamis, (21-22/10/2026).
Momen wisuda tersebut menjadi penanda keberhasilan para mahasiswa dalam menuntaskan perjalanan akademik sekaligus menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi, meniti karier, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ketua Program Studi PBSI UMK, Dr. Muhammad Noor Ahsin, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh lulusan atas capaian yang telah diraih. Ia berharap ilmu, keterampilan, dan pengalaman selama menempuh pendidikan di PBSI UMK dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Selamat kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di PBSI UMK. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkah, bermanfaat bagi sesama, dan menjadi bekal untuk terus berkarya. Kami berharap para lulusan mampu menjadi insan yang unggul, berkarakter, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Bagi para lulusan, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan juga momentum untuk menata masa depan dan mewujudkan cita-cita. Salah satunya dirasakan oleh Prih Nur Fia Istiqomah, wisudawati asal Blora, yang mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah berhasil menyelesaikan studi di PBSI UMK.
“Alhamdulillah, saya turut senang dan bersyukur bisa lulus dari Prodi PBSI UMK ini,” tutur Isti, sapaan akrabnya, ketika diwawancarai pada Rabu, (21/10/2026).
Setelah menyelesaikan studi, Isti berkeinginan untuk mengabdikan ilmu yang telah diperolehnya kepada masyarakat. Meski memiliki cita-cita menjadi pengajar, ia juga terbuka terhadap berbagai peluang karier yang dapat membawanya berkembang secara profesional maupun pribadi.
“Saya bercita-cita menjadi pengajar. Namun, setelah lulus ini saya ingin mencoba mencari berbagai peluang di mana saja, baik menjadi pengajar maupun di bidang lain. Hal terpenting bagi saya adalah menjalani pekerjaan yang bisa saya kerjakan dengan bahagia dan layak,” ungkap Isti.
Semangat tersebut mencerminkan bahwa perjalanan lulusan PBSI UMK tidak berhenti setelah memperoleh gelar sarjana. Bekal keilmuan bahasa dan sastra Indonesia dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penulisan, literasi, jurnalistik, hingga industri kreatif yang memanfaatkan keterampilan berbahasa dan komunikasi.
Prosesi Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-77 UMK berlangsung khidmat dengan dihadiri Rektor dan Senat UMK, pimpinan program studi, perwakilan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Bupati Kudus, serta keluarga para wisudawan dan wisudawati.
Kelulusan 16 mahasiswa tersebut semakin meneguhkan komitmen PBSI UMK dalam menghasilkan lulusan yang unggul, kreatif, dan berdaya saing. Tidak hanya dipersiapkan menjadi pendidik, para lulusan juga diharapkan mampu mengembangkan potensi di bidang bahasa, sastra, literasi, dan industri kreatif.
Dengan bekal akademik dan pengalaman selama perkuliahan, para lulusan diharapkan mampu melangkah dengan percaya diri, terus belajar, serta menghadirkan karya dan pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat. Wisuda menjadi akhir dari satu fase pendidikan sekaligus awal bagi perjalanan baru untuk berkarya, berinovasi, dan memberi arti bagi bangsa.












